Anis Mar’atus Solihah
1808308041 – BSA/4B
KARAKTERISTIK SASTRA ANAK
Disini saya akan belajar mereview atau
mengulas kembali makalah yang berjudul “Karakteristik Sastra Anak” yang
ditulis oleh mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yakni Edwin Diki, dkk.
Dari judul makalahnya saja mungkin teman-teman
sudah tahu apa yang akan dibahas dalam makalah ini. Judul makalahnya yaitu ‘Karakteristik
Sastra Anak’. Karakteristik itu sama saja dengan ciri-ciri, yang mana
didalamnya kita akan membahas ciri-ciri sastra anak itu apa saja dan bagaimana.
Menurut saya, dalam penulisan makalah ini
sudah baik dan benar. Dari mulai halaman judul, kata pengantar, daftar isi,
pendahuluan, pembahasan, penutup dan yang terakhir daftar pustaka. Namun ada
sedikit kekurangan, yaitu di daftar pustaka referensinya hanya ada dua buku
saja itu pun dari ebook semua. Lalu, tidak ada footnote, endnote dan lain
sebagainya. Sebaiknya dalam sebuah makalah ada salah satu dari yang disebutkan
tadi. Tujuannya untuk memberitahu pembaca, di paragraf mana saja kita mengutip
dari sebuah buku atau website tersebut.
Langsung saja ke inti pembahasan, yakni karakteristik
sastra anak. Sastra anak adalah sebuah karya
yang imajinatif dalam bentuk bahasa yang berisi pengalaman, perasaan dan
pikiran anak yang khusus ditujukan bagi anak-anak. Sastra anak memiliki ciri
atau karakteristik khusus yang membedakannya dengan sastra secara umum atau
sastra orang dewasa. Karakteristik atau ciri-ciri sastra anak dapat dilihat dalam beberapa
aspek, diantaranya;
Pertama, dalam segi kebahasaan. Sastra anak pada
umumnya menggunakan bahasa yang sederhana atau mudah difahami yang biasa mereka
gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Majas
yang digunakan juga ialah majas yang sudah dikenal anak pada umumnya. Contohnya
penggunaan
majas personifikasi dalam cerita tentang binatang yang dapat berperilaku seperi
manusia.
Kedua, segi kesastraan. Cerita anak biasanya
menggunakan alur yang sederhana, biasanya berupa alur maju. Tokoh ceritanya
berupa manusia, binatang dll. Tokoh ceritanya memiliki watak yang datar,
sehingga dapat terlihat jelas mana tokoh yang baik atau tokoh jahat.
Menggunakan tema yang sederhana berupa tema tunggal (tema mayor) tanpa subtema
(tema minor).
Sarumpaet
(1976) mengidentifikasi tiga ciri pembeda antara sastra anak-anak dengan sastra
dewasa, tiga ciri pembeda itu adalah:
|
Perbedaan
|
Sastra Anak
|
Sastra Dewasa
|
|
Unsur Pantangan
|
Sastra anak biasanya menggunakan tema yang edukatif, seperti
kepahlawanan, kepemimpinan dsb.
|
Untuk sastra dewasa bisa menggunakan tema tentang percintaan, kekerasan,
kekejaman dll.
|
|
Penyajian dengan Gaya langsung
|
Alurnya singkat, tokohnya konkret, sudut pandangnya jelas, gaya bahasanya
yang sederhana.
|
Alur ceritanya panjang, tokohnya abstrak atau konkret, bisa menggunakan
beberapa sudut pandang yang lain, gaya bahasanya berbelit-belit.
|
|
Fungsi Terapan
|
Unsur-unsur
yang bermanfaat, baik untuk anak seperti; pengetahuan umum, keterampilan khusus,
maupun untuk perkembangan anak.
|
Melakukan pembahasan moral,
permasalahan jiwa dan juga psikologi.
|
DAFTAR PUSTAKA
Prihantoro, eko.
2013. Satra anak. Diunduh dari http://eckoprihantoro.blogspot.co.id/2013/12/sastra-anak.html. diakses pada tanggal 14 mei 2018 pukul
13.29.
Susanti, desi.
2017. Maklah gandre sastra anak.
Diunduh dari http://fadhilabdillahpratama.blogspot.co.id/2017/12/makalah-gandre-sastra-anak.html. diakses pada tanggal 14 mei 2018 pukul 13.37 WIB
HAKIKAT GENRE SASTRA ANAK DAN PENGGOLONGANNYA
Disini
saya akan mencoba kembali untuk mereview makalah yang berjudul ‘Hakikat
Genre Sastra Anak dan Penggolongannya’ yang disusun oleh Ginanjar Syndu
Baskoro dan Briliyan S.A, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta,
Program Studi Pendidikan dasar.
Menurut
saya, dalam penulisan makalah ini sudah baik dan benar. Dari mulai halaman
judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup dan yang
terakhir daftar pustaka semuanya lengkap. Namun dalam makalah ini tidak ada
footnote, endnote dan lain sebagainya. Sebaiknya dalam sebuah makalah ada salah
satu dari yang disebutkan tadi. Tujuannya untuk memberitahu pembaca, di
paragraf mana saja kita mengutip dari sebuah buku atau website tersebut.
Langsung
saja ke inti pembahasan makalah ini. Genre
dapat dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesusastraan
yang memiliki seperangkat karakteristik umum. Sastra anak adalah sebuah karya sastra yang
dipahami oleh anak-anak yang berusia antara enam sampai tiga belas tahun. Jadi,
dapat disimpulkan bahwa genre sastra anak ialah suatu
sastra anak yang mempunyai beberapa kelompok yang didalamnya mempunyai
perbedaan elemen-elemen.
Menurut
Lukens, genre sastra anak terdiri dari beberapa macam, diantaranya:
1.
Jenis Realisme
Cerita yang diceritakan digambarkan secara
nyata dan penyelesaian masalahnya pun masuk akal. Jenis realisme ini terbagi
lagi menjadi 4 macam, yaitu:
a.
Cerita
realisme, bercerita tentang masalah sosial dengan pemeran utamanya tokoh yang
protagonis.
b.
Realisme binatang, cerita tentang binatang
yang bersifat nonfiksi.
c.
Realisme historis, menceritakan peristiwa yang
terjadi pada masa lampau.
d.
Realisme olahraga, cerita tentang dunia
olahraga.
2.
Jenis Fiksi Formula
Mempunyai pola-pola tertentu yang membedakan dari realisme, tapi
tetap ada unsur realismenya.
a.
Cerita misteri dan detektif, bercerita tentang
seseorang yang dianggap hero yang luar biasa dan berkarakter aneh.
b.
Cerita romantis, cerita tentang hubungan
laki-laki dan perempuan atau biasa disebut dengan kisah percintaan.
c.
Novel serial, biasanya novel jenis ini memiliki satu tokoh utama
dengan sedikit perubahan karakter.
3. Jenis Fantasi
Cerita
yang menggunakan imajinasi yang dapat diterima pembaca, biasanya menggunakan
setting/latar dengan dunia lain.
a. Cerita fantasi, tokoh dan alurnya hampir sepenuhnya fantastik.
b. Cerita fantasi tinggi, selalu ditandai adanya konflik antara yang baik dan
yang jahat. Latar tempat bervariasi, bisa masa lalu atau masa yang akan datang.
c. Fiksi sains, fiksi spekulatif berdasarkan sejumlah inovasi dalam sain dan teknologi.
Cerita ini biasanya berkaitan dengan kehidupan di masa depan.
4. Sastra Tradisional
Cerita
yang sudah dari sejak jaman dahulu ada, tidak diketahui penulisnya dan dari
kapan adanya, biasanya diceritakan turun temurun.
a. Fabel, cerita binatang
yang dimaksudkan sebagai personifikasi karakter manusia.
b. Dongeng rakyat, cerita tradisional yang disampaikan secara lisan dan turun temurun
sehingga selalu terdapat variasi penceritaan walau isinya kurang lebih sama.
c. Mitos, cerita tentang kehidupan supernatural yang mengandung sifat pendewaan manusia
atau manusia keturunan dewa.
d. Legenda, menampilkan tokoh sebagai hero yang memiliki kehebatan dan dikaitkan
dengan aspek kesejarahan.
e. Epos, cerita panjang berbentuk syair dengan pengarang yang tidak pernah
diketahui.
5. Puisi
Sebuah karya sastra disebut puisi jika di dalamnya terdapat
pendayagunaan berbagai unsur bahasa untuk mencapai efek keindahan. Bahasa puisi singkat dan padat,
dengan sedikit kata tetapi dapat mendialogkan banyak hal.
a. Puisi naratif, mengandung cerita atau sebaliknya cerita yang dikisahkan
dengan cara puisi.
b. Puisi personal, puisi modern yang sengaja ditulis untuk anak-anak dengan tema yang beragam.
6. Nonfiksi
Nonfiksi masuk
dalam genre sastra anak apabila bacaan nonfiksi tersebut mangandung unsur artistic, dan
juga membangkitkan perasaan keindahan.
a. Buku informasi,
b. Biografi atau riwayat hidup seseorang.
Jadi, berdasarkan kategori Lukens di atas, genre sastra
anak dapat disederhanakan menjadi:
1.
Genre Puisi
2.
Genre Fiksi
3.
Genre Nonfiksi
4.
Genre Sastra
Tradisional
5.
Genre Komik
DAFTAR PUSTAKA
Lukens, Rebecca J. 2003. A
Critical Handbook of Children’s Literature. New York: Longman.
Mitchell, Diana. 2003. Children’s
Literature, an Invitation to the World. Boston: Ablongman.
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Sastra Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.