Kamis, 19 Maret 2020

Review Makalah Mata Kuliah Sastra Anak


Anis Mar’atus Solihah
1808308041 – BSA/4B

KARAKTERISTIK SASTRA ANAK

Disini saya akan belajar mereview atau mengulas kembali makalah yang berjudul “Karakteristik Sastra Anak” yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo, Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yakni Edwin Diki, dkk.
Dari judul makalahnya saja mungkin teman-teman sudah tahu apa yang akan dibahas dalam makalah ini. Judul makalahnya yaitu ‘Karakteristik Sastra Anak’. Karakteristik itu sama saja dengan ciri-ciri, yang mana didalamnya kita akan membahas ciri-ciri sastra anak itu apa saja dan bagaimana.
Menurut saya, dalam penulisan makalah ini sudah baik dan benar. Dari mulai halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup dan yang terakhir daftar pustaka. Namun ada sedikit kekurangan, yaitu di daftar pustaka referensinya hanya ada dua buku saja itu pun dari ebook semua. Lalu, tidak ada footnote, endnote dan lain sebagainya. Sebaiknya dalam sebuah makalah ada salah satu dari yang disebutkan tadi. Tujuannya untuk memberitahu pembaca, di paragraf mana saja kita mengutip dari sebuah buku atau website tersebut.
Langsung saja ke inti pembahasan, yakni karakteristik sastra anak. Sastra anak adalah sebuah karya yang imajinatif dalam bentuk bahasa yang berisi pengalaman, perasaan dan pikiran anak yang khusus ditujukan bagi anak-anak. Sastra anak memiliki ciri atau karakteristik khusus yang membedakannya dengan sastra secara umum atau sastra orang dewasa. Karakteristik atau ciri-ciri sastra anak dapat dilihat dalam beberapa aspek, diantaranya;
Pertama, dalam segi kebahasaan. Sastra anak pada umumnya menggunakan bahasa yang sederhana atau mudah difahami yang biasa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Majas yang digunakan juga ialah majas yang sudah dikenal anak pada umumnya. Contohnya penggunaan majas personifikasi dalam cerita tentang binatang yang dapat berperilaku seperi manusia.
Kedua, segi kesastraan. Cerita anak biasanya menggunakan alur yang sederhana, biasanya berupa alur maju. Tokoh ceritanya berupa manusia, binatang dll. Tokoh ceritanya memiliki watak yang datar, sehingga dapat terlihat jelas mana tokoh yang baik atau tokoh jahat. Menggunakan tema yang sederhana berupa tema tunggal (tema mayor) tanpa subtema (tema minor).
Sarumpaet (1976) mengidentifikasi tiga ciri pembeda antara sastra anak-anak dengan sastra dewasa, tiga ciri pembeda itu adalah:
Perbedaan
Sastra Anak
Sastra Dewasa
Unsur Pantangan
Sastra anak biasanya menggunakan tema yang edukatif, seperti kepahlawanan, kepemimpinan dsb.
Untuk sastra dewasa bisa menggunakan tema tentang percintaan, kekerasan, kekejaman dll.
Penyajian dengan Gaya langsung
Alurnya singkat, tokohnya konkret, sudut pandangnya jelas, gaya bahasanya yang sederhana.
Alur ceritanya panjang, tokohnya abstrak atau konkret, bisa menggunakan beberapa sudut pandang yang lain, gaya bahasanya berbelit-belit.
Fungsi Terapan
Unsur-unsur yang bermanfaat, baik untuk anak seperti;  pengetahuan umum, keterampilan khusus, maupun untuk perkembangan anak.
Melakukan pembahasan  moral, permasalahan jiwa dan juga psikologi.


DAFTAR PUSTAKA
Prihantoro, eko. 2013. Satra anak. Diunduh dari http://eckoprihantoro.blogspot.co.id/2013/12/sastra-anak.html. diakses pada tanggal 14 mei 2018 pukul 13.29.

Susanti, desi. 2017. Maklah gandre sastra anak. Diunduh dari http://fadhilabdillahpratama.blogspot.co.id/2017/12/makalah-gandre-sastra-anak.html. diakses pada tanggal 14 mei 2018  pukul 13.37 WIB




HAKIKAT GENRE SASTRA ANAK DAN PENGGOLONGANNYA

            Disini saya akan mencoba kembali untuk mereview makalah yang berjudul ‘Hakikat Genre Sastra Anak dan Penggolongannya’ yang disusun oleh Ginanjar Syndu Baskoro dan Briliyan S.A, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, Program Studi Pendidikan dasar.
            Menurut saya, dalam penulisan makalah ini sudah baik dan benar. Dari mulai halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup dan yang terakhir daftar pustaka semuanya lengkap. Namun dalam makalah ini tidak ada footnote, endnote dan lain sebagainya. Sebaiknya dalam sebuah makalah ada salah satu dari yang disebutkan tadi. Tujuannya untuk memberitahu pembaca, di paragraf mana saja kita mengutip dari sebuah buku atau website tersebut.
            Langsung saja ke inti pembahasan makalah ini. Genre dapat dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesusastraan yang memiliki seperangkat karakteristik umum. Sastra anak adalah sebuah karya sastra yang dipahami oleh anak-anak yang berusia antara enam sampai tiga belas tahun. Jadi, dapat disimpulkan bahwa genre sastra anak ialah suatu sastra anak yang mempunyai beberapa kelompok yang didalamnya mempunyai perbedaan elemen-elemen.
            Menurut Lukens, genre sastra anak terdiri dari beberapa macam, diantaranya:
1.      Jenis Realisme
Cerita yang diceritakan digambarkan secara nyata dan penyelesaian masalahnya pun masuk akal. Jenis realisme ini terbagi lagi menjadi 4 macam, yaitu:
a.        Cerita realisme, bercerita tentang masalah sosial dengan pemeran utamanya tokoh yang protagonis.
b.      Realisme binatang, cerita tentang binatang yang bersifat nonfiksi.
c.       Realisme historis, menceritakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
d.      Realisme olahraga, cerita tentang dunia olahraga.
2.      Jenis Fiksi Formula
Mempunyai pola-pola tertentu yang membedakan dari realisme, tapi tetap ada unsur realismenya.
a.       Cerita misteri dan detektif, bercerita tentang seseorang yang dianggap hero yang luar biasa dan berkarakter aneh.
b.      Cerita romantis, cerita tentang hubungan laki-laki dan perempuan atau biasa disebut dengan kisah percintaan.
c.       Novel serial, biasanya novel jenis ini memiliki satu tokoh utama dengan sedikit perubahan karakter.
3.      Jenis Fantasi
Cerita yang menggunakan imajinasi yang dapat diterima pembaca, biasanya menggunakan setting/latar dengan dunia lain.
a.       Cerita fantasi, tokoh dan alurnya hampir sepenuhnya fantastik.
b.      Cerita fantasi tinggi, selalu ditandai adanya konflik antara yang baik dan yang jahat. Latar tempat bervariasi, bisa masa lalu atau masa yang akan datang.
c.       Fiksi sains, fiksi spekulatif berdasarkan sejumlah inovasi dalam sain dan teknologi. Cerita ini biasanya berkaitan dengan kehidupan di masa depan.
4.      Sastra Tradisional
Cerita yang sudah dari sejak jaman dahulu ada, tidak diketahui penulisnya dan dari kapan adanya, biasanya diceritakan turun temurun.
a.       Fabel, cerita binatang yang dimaksudkan sebagai personifikasi karakter manusia.
b.      Dongeng rakyat, cerita tradisional yang disampaikan secara lisan dan turun temurun sehingga selalu terdapat variasi penceritaan walau isinya kurang lebih sama.
c.       Mitos, cerita tentang kehidupan supernatural yang mengandung sifat pendewaan manusia atau manusia keturunan dewa.
d.      Legenda, menampilkan tokoh sebagai hero yang memiliki kehebatan dan dikaitkan dengan aspek kesejarahan.
e.       Epos, cerita panjang berbentuk syair dengan pengarang yang tidak pernah diketahui.
5.      Puisi
Sebuah karya sastra disebut puisi jika di dalamnya terdapat pendayagunaan berbagai unsur bahasa untuk mencapai efek keindahan. Bahasa puisi singkat dan padat, dengan sedikit kata tetapi dapat mendialogkan banyak hal.
a.       Puisi naratif, mengandung cerita atau sebaliknya cerita yang dikisahkan dengan cara puisi.
b.      Puisi personal, puisi modern yang sengaja ditulis untuk anak-anak dengan tema yang beragam.
6.      Nonfiksi
Nonfiksi masuk dalam genre sastra anak apabila bacaan nonfiksi tersebut mangandung unsur artistic, dan juga membangkitkan perasaan keindahan.
a.       Buku informasi,
b.      Biografi atau riwayat hidup seseorang.
Jadi, berdasarkan kategori Lukens di atas, genre sastra anak dapat disederhanakan menjadi:
1.      Genre Puisi
2.      Genre Fiksi
3.      Genre Nonfiksi
4.      Genre  Sastra Tradisional
5.      Genre Komik


DAFTAR PUSTAKA
Lukens, Rebecca J. 2003. A Critical Handbook of Children’s Literature. New York: Longman.
Mitchell, Diana. 2003. Children’s Literature, an Invitation to the World. Boston: Ablongman.
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Sastra Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Review Makalah Mata Kuliah Sastra Anak

Anis Mar’atus Solihah 1808308041 – BSA/4B KARAKTERISTIK SASTRA ANAK Disini saya akan belajar mereview atau mengulas kembali m...